Langsung ke konten utama

Postingan

KETIKA CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN

Oleh: Yeni Rohaeni Jatuh cinta, berjuta rasanya Biar siang, biar malam terbayang wajahnya Jatuh cinta berjuta indahnya Biar hitam biar putih manislah namanya Titik Puspa memang benar, jatuh cinta berjuta rasanya. Setiap saat yang terbayang hanya si dia. Rindu setiap waktu, bahagia setiap jumpa. Ketika si dia bilang sayang, jiwa serasa melayang, bahkan sekadar sapaan "selamat pagi" pun membuat hati menari-nari. Sehari tak melihat si dia, dunia terasa gulita, sehari tak mendengar suaranya, bumi seperti berhenti berputar. Mabuk cinta memang luar biasa. Begitulah perasaan Kika pada Guntur yang sudah 2 bulan ini mengontrak vapiliun rumahnya. Guntur adalah mahasiswa baru sebuah Perguruan Tinggi di sekitar rumahnya, dan Kika masih duduk di bangku SMA kelas akhir. "Ka, Abang titip kunci kamar, ya." "Abang mau kemana? Ka udah buatin kopi tuh untuk abang." "Gak usah repot-repot, sore ini abang janji makan malam sama pacar abang," kata Guntur sambil menghid...

KATA HATI

Oleh: Yeni Rohaeni  Malam tadi, acaranya arisan keluarga. Acara yang dilakukan rutin setiap tanggal 25 pada tiap bulannya ini dihadiri oleh seluruh kerabat keluarga. Biasanya diisi dengan acara diskusi ngalor ngidul, makan, dan diakhiri dengan mengocok arisan.  Seperti biasa, aku melihat adik sepupuku duduk menyendiri. Dia tidak pernah mau bergabung untuk ngobrol dengan anggota keluarga lainnya. Aku sendiri tidak tau masalanya karena tidak pernah bertanya, tapi malam tadi aku mencoba mendekatinya.  "Pa kabar, Ki," sapaku "Baik," jawabnya singkat tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya. Sepertinya dia sedang asyik main game online. "Gabung yuk, ke ruangan tengah," kataku "Males, ah,"  "Napa sih tiap ada acara kumpul keluarga gak pernah mau gabung?" tanyaku "Gak bagus lho selalu memisahkan diri, ntar dikira sombong," kataku lagi. Adik sepupuku memandangku sejenak, lalu kembali anteng dengan androidnya. "Hey, aku ngomong ...

ISTRIKU, SUAMI ORANG

Oleh: Yeni Rohaeni  "P" "Aku suntuk." Layar ponselku menangkap chat dari sahabatku yang berada ratusan Km dari tempatku.  "Kenapa?" balasku singkat. "Aku ganggu, yah? Kamu mau dengar ceritaku gak?" "Cerita aja." Aku terbiasa menerima ceritanya walaupun malam telah larut dan aku sedang membuat tulisan untuk setor esok hari. "Aku, poligami." Aku merasa ada petir diantara gemerlap bintang.  "Istri keduaku lebih tua dari istri pertamaku." Aku masih diam karena kulihat sahabatku masih mengetik. "Istri keduaku, suami orang." Suara petir seperti bersahutan. "Cukup, Lu sadar gak sih? Apa Lu ngigau?" Tanyaku sedikit jengkel. "Aku serius, hampir setahun aku poligami, jujur aku menikahinya karena ingin menolongnya, dia yatim piatu, dia juga...lesbian." Aku tercekat, kerongkonganku terasa kering. "Istrimu tahu?" Akhirnya kubalas chatnya setelah beberapa saat dalam keheningan. "Istri p...

BAHAGIA DENGAN BERPURA-PURA BAHAGIA

BAHAGIA DENGAN BERPURA-PURA BAHAGIA Oleh: Yeni Rohaeni "Oii, hari ini, aku beneran bahagia, asli bahagia." Terdengar nada riang dari seberang sana. "Lho, emang selama ini bahagiamu KW?" "Ah, kamu kayak yang gak tau aja," jawabnya sambil tertawa.  Aku tersenyum samar, aku tahu semuanya,  Hampir 34 tahun aku bersahabat dengannya membuat aku mengenalnya luar dalam. Jarak yang memisahkan kami tidak membuat komunikasi kami berakhir.  Cerita hidupnya lebih banyak duka daripada sukanya tetapi wajahnya selalu memancarkan kebahagiaan saat bertemu orang lain. Matanya selalu berbinar saat bicara,  sifatnya yang suka bercanda mampu menutupi luka hatinya, dan tertawanya yang lepas menularkan kegembiraan bagi siapa pun yang melihatnya.  Tidak salah kalau semua orang mengira dia bahagia. Pekerjaan yang cukup bonafid, suami yang gagah, rumah dan kendaraan yang bagus serta sepasang anak yang cantik dan tampan telah dia miliki. Kebahagiaan apa lagi sih yang dia cari? Terny...

SAAT BADMOOD HADIR

Oleh: Yeni Rohaeni  "Hari ini aku blank, bingung mau nulis apa." Kukirim chat pada sahabatku yang selama ini mensuport kegiatan menulisku. Ya, aku memang sedang mengikuti kelas menulis selama 30 hari. Tulisanku harus diposting di FB setiap hari kecuali Sabtu, Minggu, dan tanggal merah. Kemudian tulisan di FB dicopas ke WAG untuk diberi komentar, kritik, dan saran dari mentor kami. Alhamdulillah, sampai tulisan yang ke24 sudah aku posting di FB dan blogku. Dari 24 tulisan itu aku mendapatkan ilmu menulis yang sangat berharga. Tetapi, entah kenapa di hari yang  ke25  aku benar-benar bingung dan merasa kehabisan ide. "Mulailah dengan satu kata." "Cinta." "Hampa." "Hambar." "Bosan." Notifikasi WhatsAppku berbunyi beruntun seiring balasan chat dari sahabatku. Aku hanya termangu memandang layar gawaiku. "Kamu kayaknya lagi badmood tuh, gak usah dipaksain." "Mendingan ngopi dulu." Aku tersenyum melihat gambar kopi...

PERASAAN BERSALAH, APAKAH SALAH?

Oleh: Yeni Rohaeni "Ma, ikat pinggang dede mana?" "Ma, dasi dede mana? Kaos kakinya juga, Ma?" "Lho, dede kan bisa bisa ambil sendiri." "Sekarang kan ada mama di rumah, jadi mama yang nyiapin," jawab anakku polos Sebenarnya berat untuk meninggalkan anakku di rumah tetapi tuntutan pekerjaan terkadang  mengharuskan aku untuk meninggalkan rumah dalam beberapa hari. Saat sedang tugas luar, ayahnya sering mengirim photo aktifitas anakku. Aku cukup lega karena tahu kalau anakku yang masih duduk di kelas III Selolah Dasar sudah bisa mandiri walaupun sekadar memasak nasi pakai magic com dan membuat ceplok telur untuk makannya. Sayangnya,  saat  aku sampai rumah, anakku tidak menunjukan lagi kemandiriannya. Mau sekolah minta aku menyiapkan peralatan sekolahnya, mau makan minta aku menyiapkan makanannya. Seolah-olah dia menuntut haknya saat aku meninggalkannya. "Ah, tak apa-apa," gumamku dalam hati. Rasa bersalah telah meninggalkannya membuat aku...

SEHARI DI MASHAGI

Oleh: Yeni Rohaeni  Udara mulai menghangat ketika kami mulai keluar dari Serpong Natura City. Jalanan yang mulai padat membuat laju kendaraan kami agak tersendat.  Hari ini, agenda kami adalah mengunjungi sahabatku, Bapak Jalaludin, beliau adalah ketua PKBM Mashagi Kabupaten Bogor. Aku mengenalnya lebih dekat ketika aku bergabung  di Tim Ngoppi (Ngobrolin Pendidikan) PKBM Indonesia.  Hawa dingin mengaliri tubuhku saat memasuki jalan tol lingkar Bogor. Puncak gunung Salak yang tertutup halimun terlihat indah dan penuh misteri. Ingatanku melayang ke tahun 2012 saat pesawat Sukhoi Superjet100 terjatuh  menabrak tebing gunung  yang menjulang tinggi di hadapan kami sekarang. Ah, segera kutepiskan bayangan itu mengingat akupun akan melakukan perjalanan udara. Mobil ketua PKBM Mnc Tangsel  yang mengantarku memasuki kawasan Pemda Bogor yang sejuk dan asri. Kulihat sahabatku sudah menanti kami. Iket (tutup kepala pria khas Jawa Barat) yang dikenakan sahaba...