“Kenapa memilih profesi sebagai tukang ojeg , Un (kak)?” Kuawali perbincangan dengan tukang ojeg yang membawaku. Pagi itu, aku akan menghadiri rapat di kabupaten. Suamiku tidak bisa mengantar karena beliau ada kegiatan lain. Rencana mau numpang dengan bis pemda tetapi aku kesiangan karena bis pemda berangkat jam 6.30 WIB dari kecamatanku. Saat berdiri di tepi jalan menunggu travel, sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang perempuan menghampiriku. “Mau kemana, Bu?’ tanyanya sopan. “Mau ke kabupaten.” Jawabku “Bisa diantar sama saya saja, Bu? Travel biasanya lama, nanti ibu terlambat.” Sahutnya sedikit memohon. “Uni, tukang ojeg?” tanyaku sambil memandangnya. Seorang perempuan paruh baya. Posturnya lebih tinggi dari tubuhku dan terlihat kuat. “Iya, Bu, mari saya antar saja, pakai motor mungkin akan lebih cepat sampai, saya sudah biasa mengantar penumpang ke kabupaten, Bu.” Jawabnya lagi. Benar juga kata tukang ojeg ini, jika aku pakai travel mungkin akan l...