Langsung ke konten utama

MENGENANG MOMEN INDAH

 


MENGENANG MOMEN INDAH

HARI AKSARA INTERNATIONAL (HAI)
Oleh: Yeni Rohaeni
Hari ini masih cerita seputar Keaksaraan Fungsional (KF) ya😊
Seperti yang telah aku ceritakan sebelumnya bahwa KF ini merupakan program pemerintah untuk menuntaskan buta aksara.
Sebagai bentuk motivasi bagi para pegiat KF maka pemerintah memberikan apresiasi atau penghargaan kepada pegiat KF di seluruh Indonesia. Penghargaan ini biasanya diberikan pada momentum Hari Aksara International (HAI) setiap tahun. Seperti apa sih Hari Aksara International (HAI)?
Hari Aksara International dicanangkan untuk mengingatkan masyarakat International akan pentingnya melek aksara bagi individu, komunitas, dan masyarakat serta mengingatkan perlunya upaya yang intensif dalam pemberantasan buta aksara.
Konferensi Umum UNESCO sesi ke-14 tanggal 26 Oktober 1966, mencanangkan bahwa Hari Aksara International ditetapkan setiap tanggal 8 september. (Kompas.com)
Hari Aksara International (HAI) di Indonesia digelar setiap tahun di masing-masing provinsi dan diikuti oleh seluruh kab/kotanya. Kegiatan berlangsung selama 3 hari. Lokasinya di salah satu kab/kota yang ditunjuk secara bergantian setiap tahunnya.
Pada peringatan Hari Aksara International itu, pemerintah memberikan penghargaan literasi bagi mereka yang berjasa dalam perjuangan melawan buta aksara. Pemberian apresiasi dibagi dalam beberapa katagori seperti: katagori penyelenggara KF, tutor KF, warga belajar KF dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai program pendukung.
Untuk pemilihan peserta lomba biasanya melalui seleksi berjenjang. Peserta mengikuti seleksi tingkat kabupaten kemudian pemenang tingkat kabupaten akan mewakili untuk lomba di tingkat provinsi.
Setiap peserta lomba (kecuali warga belajar KF) diwajibkan membuat makalah sesuai tema yang telah ditetapkan panitia kemudian peserta akan mempresentasikan makalahnya dihadapan tim juri. Peserta juga harus siap menjawab pertanyan-pertanyaan tim juri.
Tim juri biasanya dari bidang PNFI dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi (saat itu bidang PNFI masih dipegang provinsi) ditambah dengan Dosen jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Pemenang akan diumumkan pada saat penutupan acara.
Selain lomba untuk individu digelar juga lomba stand pameran produk-praduk warga belajar KF. Oh ya, warga belajar KF yang telah selesai pembelajaran tingkat keaksaraan dasar dan dinyatakan lulus akan dilanjutkan dengan program keterampilan agar mereka mendapatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktivitasnya. Program keterampilan ini disebut Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM), nah, hasil-hasil program KUM inilah yang digelar dalam pameran Hari Aksara International. Setiap kabupaten/kota akan menghias standnya sebagus mungkin untuk menarik pengunjung dan tim penilai.
Pada momen itu pula biasanya diumumkan nama-nama Kabupaten/kota yang memperoleh anugerah aksara. Alhamdulillah, berkat para pegiat KF, tahun 2014 Pemerintah Daerah kami memperoleh Anugerah Aksara Madya dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia karena telah berhasil menuntaskan angka buta aksara. Tuntasnya angka buta aksara maka tuntas pula program KF di daerah kami.
Jadi, Hari Aksara International ini merupakan momen yang selalu ditunggu oleh para pegiat KF karena kita bisa bertatap muka secara langsung untuk saling bersilaturahmi, berbagi pengalaman, dan berbagi ilmu.
Aku mengikuti kegiatan ini dari tahun 2010 sampai tahun 2015, setelah itu bidang PAUD dan PNF beralih kewenangannya ke setiap kab/kota.
Berakhirnya kegiatan Hari Aksara International (HAI) tingkat provinsi tidak menghentikan kegiatan kami untuk tetap mendukung program pemerintah. Gerakan Literasi Nasional bukan hanya mencakup literasi baca tulis tetapi ada literasi-literasi lainnya seperti literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial dan literasi budaya. Literasi-literasi ini mungkin akan aku sampaikan pada tulisan-tulisan berikutnya.
Teruslah berinovasi dan berkreasi, jika kta bermanfaat bagi orang lain Insya Allah akan membawa keberkahan bagi kehidupan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEHARI DI MASHAGI

Oleh: Yeni Rohaeni  Udara mulai menghangat ketika kami mulai keluar dari Serpong Natura City. Jalanan yang mulai padat membuat laju kendaraan kami agak tersendat.  Hari ini, agenda kami adalah mengunjungi sahabatku, Bapak Jalaludin, beliau adalah ketua PKBM Mashagi Kabupaten Bogor. Aku mengenalnya lebih dekat ketika aku bergabung  di Tim Ngoppi (Ngobrolin Pendidikan) PKBM Indonesia.  Hawa dingin mengaliri tubuhku saat memasuki jalan tol lingkar Bogor. Puncak gunung Salak yang tertutup halimun terlihat indah dan penuh misteri. Ingatanku melayang ke tahun 2012 saat pesawat Sukhoi Superjet100 terjatuh  menabrak tebing gunung  yang menjulang tinggi di hadapan kami sekarang. Ah, segera kutepiskan bayangan itu mengingat akupun akan melakukan perjalanan udara. Mobil ketua PKBM Mnc Tangsel  yang mengantarku memasuki kawasan Pemda Bogor yang sejuk dan asri. Kulihat sahabatku sudah menanti kami. Iket (tutup kepala pria khas Jawa Barat) yang dikenakan sahaba...

ADA APA DENGAN ANDRE?

  ADA APA DENGAN ANDRE? Oleh: Yeni Rohaeni  "Gila," kata tutorku sambil meletakan tasnya. "Kenapa?" Tanyaku bingung Aku melihat anak-anak Paket C baru keluar dari ruangan kelas dan tutorku bergegas menutup pintu. "Ada apa," tanyaku lagi. "Masa si Andre bilang cinta sama aku." Jawab tutorku dengan muka memerah. Aku tertawa, Andre adalah salah satu peserta didik Paket C di lembagaku. Usianya 18 tahun, dia memilih masuk Paket C karena drop out dari salah satu SMK Negeri di daerahku.  Tutorku memang manis dan ramah. Namanya saja sekolah nonformal, aku selalu minta para tutorku agar tidak terlalu kaku dalam mengajar dan berkomunikasi dengan peserta didik. "Emang si Andre gak tau ya kalau kamu lebih tua dari dia?" "Sudah aku bilang," sahutnya "Terus apa jawab si Andre?" Jawabannya,"Usia hanya sekedar angka," kata tutorku sambil tertawa. "Jangan-jangan dia gak tau pula kalau kamu dah nikah," "Sudah ...

KETIKA MANUAL MENJADI DIGITAL

  KETIKA MANUAL MENJADI DIGITAL Oleh : Yeni Rohaeni "Pusing aku." gumam Bu Yuni lirih sambil menutup laptopnya. "Lho, kok laptopnya ditutup?" tanyaku Helaan nafas Bu Yuni terdengar berat, untuk beberapa saat Beliau terdiam dan aku membiarkannya sambil berpikir kenapa Bu Yuni tiba-tiba seperti orang yang galau tingkat tinggi. Bu Yuni adalah salah seorang pengelola PAUD di Kecamatanku. Aku mengenalnya sejak aku berkecimpung di dunia PAUD. Orangnya enerjik dan humoris, belum lengkap rasanya kalau berkumpul tanpa Beliau, gak ada yang bikin ngakak. "Teh!" Bu Yuni memanggilku. Oh ya, sejak pindah ke Minang rata-rata semua orang memanggilku "teteh" terkadang ada yang tidak tahu dengan nama asliku "Hmm, kenapa?" Tanyaku "Mabuk otak Denai (aku), Teh, sekarang semua online, semua maen upload, scan terus pdfkan, aku ikuti semua, pelajari semua sampai bisa, tapi masih ada juga yang belum paham, capek rasanya mengikuti zaman ini." Cerocosn...